Doa Ruqyah

0
39

Tidak mengapa seseorang meruqyah dirinya sendiri, hal itu diperbolehkan bahkan termasuk sunah yang baik. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam meruqya dirinya sendiri dan sebagian shahabat juga meruqyah dirinya sendiri.

Dari Aisyah radhiallahu anha,

  أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى يقرأ على نفسه بالمعوذات وينفث فلما اشتد وجعه كنت أقرأ عليه وأمسح بيده رجاء بركتها

رواه البخاري  4728   ومسلم   2192

“Biasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam ketika sakit membacakan untuk dirinya sendiri dengan mu’awwidzat (Al-Iklas, Al-Falaq dan An-Nass) dan meniupnya. Ketika sakitnya semakin parah, maka saya bacakan kepadanya dan mengusap dengan tangan beliau mengharap berkah darinya.” (HR. Bukhori, (4728) dan Muslim, (2192).

Sementara hadits yang diriwayatkan Muslim, (220) dari Nabi sallallahu aliahi wa sallam tentang sifat tujuh puluh ribu yang akan masuk surga dari umat ini tanpa hisab dan tanpa azab beliau bersabda:

هم الذين لا يرقون ولا يسترقون ولا يتطيرون وعلى ربهم يتوكلون

“Mereka adalah yang tidak meruqyah dan tidak minta diruqyah, tidak mengundi nasib dengan prilaku burung dan kepada Tuhannya mereka bertawakal.

Perkataan (Tidak meruqyah) ini dari rowi hadits bukan dari perkataan Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Oleh karena itu Bukhori meriwayatkan dengan no. 5420 tanpa menyebutkan teks ini.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Mereka dipuji karena mereka tidak meminta di ruqyah dari seseorangpun untuk meruqyahnya. Ruqyah termasuk jenis doa maka tidak perlu meminta kepada seorangpun. Ada riwayat teks di dalamnya ‘Tidak meruqyah’  ini ada kesalahan. Karena meruqya orang lain dan untuk dirinya sendiri itu baik. Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam meruqyah dirinya dan orang lain. tanpa meminta untuk diruqyah. Karena meruqyah diri dan orang lain termasuk doa untuk dirinya dan orang lain. dan ini diperintahkan. Karena semua Nabi meminta kepada Allah dan berdoa kepada-Nya sebagaimana Allah sebutkan dalam kisah Adam, Ibrohim, Musa dan nabi-nabi lainnya. Selesai ‘Majmu’ Fatawa, (1/182).

Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Teks ini ada disela-sela hadits dan ia suatu kesalahan dari sebagian para perowinya.” Selesai ‘Hadil Arwah, (1/89).

Ruqrah termasuk obat terbaik selayaknya seorang mukmin menjaganya.

Sementara doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh orang Islam ketika ingin meruqyah dirinya atau orang lain itu banyak. Yang terbaik adalah membaca surat Al-Fatihan dan Muawwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nass)

ـ عن أبي سعيد رضي الله عنه قال : ” انطلق نفر من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم في سفرة سافروها حتى نزلوا على حي من أحياء العرب فاستضافوهم فأبوا أن يضيفوهم فلدغ سيد ذلك الحي فسعوا له بكل شيء لا ينفعه شيء فقال بعضهم لو أتيتم هؤلاء الرهط الذين نزلوا لعله أن يكون عند بعضهم شيء فأتوهم فقالوا يا أيها الرهط إن سيدنا لدغ وسعينا له بكل شيء لا ينفعه فهل عند أحد منكم من شيء فقال بعضهم نعم والله إني لأرقي ولكن والله لقد استضفناكم فلم تضيفونا فما أنا براق لكم حتى تجعلوا لنا جعلا فصالحوهم على قطيع من الغنم فانطلق يتفل عليه ويقرأ الحمد لله رب العالمين فكأنما نشط من عقال فانطلق يمشي وما به قَلَبَة (أي : مرض) قال فأوفوهم جعلهم الذي صالحوهم عليه فقال بعضهم اقسموا فقال الذي رقى لا تفعلوا حتى نأتي النبي صلى الله عليه وسلم فنذكر له الذي كان فننظر ما يأمرنا فقدموا على رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكروا له فقال وما يدريك أنها رقية ثم قال قد أصبتم اقسموا واضربوا لي معكم سهما فضحك رسول الله صلى الله عليه وسلم ” رواه البخاري (2156) و مسلم (2201)

“Dari Abu Said radhilallahu anhu berkata, sekelompok shahabat Nabi berangkat dalam suatu safar sampai beristirahat di suatu desa Arab. Dan mereka meminta untuk dijamu akan tetapi (penduduk desa) enggan melayaninya. Dan pemimpin desanya terkena sengatan binatang. Mereka berusaha (untuk mengobatinya) dengan segala hal akan tetapi tidak membuahkan hasil. Sebagian mengatakan, “Bagaimana kalau kita mendatangi rombongan yang beristirahat tadi mungkin mereka mempunyai sesuatu, maka mereka mendatanginya seraya bertanya, “Wahai para rombongan pemimpin kami disengat binatang, dan kami telah berusaha mengobati dengan semua hal tapi tidak ada hasilnya. Apakah salah satu diantara kamu memiliki sesuatu (obat)?  Sebagian rombongan mengatakan, “Ya demi Allah saya dapat meruqyahnya. Akan tetapi demi Allah kami meminta jamuan dari kamu semua tapi kamu semua enggan. Maka saya tidak akan meruqyahnya sampai kamu semua memberikan kepada kami upah. Maka mereka bersepakat memberikan seekor kambing. Maka beliau pergi dan meludahi dengan sedikit air liur dan membacakan surat Al-Fatihah  الحمد لله رب العالمين   maka (pemimpinnya) sembuh seperti hewan lepas dari tali kekangnya. Dan berjalan seakan tidak ada penyakitnya. Berkata, maka mereka memberikan upah seperti dalam kesepakatannya. Sebagian mengatakan, “Bagilah (upah tadi). Yang meruqyah tadi mengatakan, “Jangan lakukan sampai kita mendatangi Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan menyebutkan kondisi mereka dan memutuskan apa yang diperintahkan untuk kami. Ketika sampai dan diceritakan kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam, maka beliau bertanya,”Dari mana anda mengetahui kalau (Al-Fatihah) itu ruqyah. Kemudian beliau mengatakan, “Kamu benar, dan bagilah (upah tersebut) dan tolong saya diberi bagiannya bersama kamu semua. Maka beliau sallallahu alaihi wa sallam tertawa.‘” HR. Bukhori, (2156) dan Muslim, (2201).

Dari Aisyah radhiallahu anha,

  أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى يقرأ على نفسه بالمعوذات وينفث فلما اشتد وجعه كنت أقرأ عليه وأمسح بيده رجاء بركتها 

رواه البخاري ( 4728 ) ومسلم ( 2192

“Biasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam ketika sakit membacakan untuk dirinya sendiri dengan mu’awwidzat (Al-Iklas, Al-Falaq dan An-Nass) dan meniupnya. Ketika sakitnya semakin parah, maka saya bacakan kepadanya dan mengusap dengan tangan beliau mengharap berkah darinya.” HR. Bukhori, (4728) dan Muslim, (2192).

Kata ‘Naftsu’ adalah meludah kecil tanpa mengeluarkan ludah. Dikatakan, disertai dengan sedikit air ludah. Hal itu dikatakan oleh Nawawi di Syarkh Shoheh Muslim hadits no. 2192.

Diantara doa yang ada dalam sunah adalah:

Apa yang diriwayatkan Muslim, (2202) dari Utsman bin Abil Ash beliau mengaduh kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sakit yang dirasakan di tubuhya semenjak beliau masuk Islam. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Taruh tangan anda di tempat yang sakit di tubuh anda dan ucapkan:

 بسم الله ثلاثاً ، وقل سبع مرات : أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر

“Membaca ‘Bismillah’ tiga kali dan membaca ‘Saya berlindung dengan Kemulyaan dan Kekuasaan Allah apa yang saya dapatkan dan dan waspadai’ tujuh kali.

Tirmizdi (2080) menambahkan teksnya, “Berkata, maka saya lakukan dan Allah menghilangkan apa yang saya rasakan. Dan saya terus melakukannya untuk keluargaku dan orang lain.” dinyatakan shoheh oleh Albani di Shoheh Tirmizi, (1696).

ـ وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يعوِّذ الحسن والحسين ويقول : إن أباكما [يعني إبراهيم عليه السلام] كان يعوذ بها إسماعيل وإسحاق : أعوذ بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ومن كل عين لامة . 

رواه البخاري  3191

“Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata, biasanya Nabi sallallahu alaihi wa sallam meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain seraya bersabda, “Sesungguhnya ayah kamu berdua (Maksudnya Ibrohim alaihis salam) biasa meminta perlindungan untuk Ismail dan Ishaq dengan mengucapkan ‘Saya berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari semua syetan dan binatang berbisa serta dari semua pandangan yang jelek.” HR. Bukhori, (31191).

Kata ‘الهامة’ dengan ditasydid adalah semua binatang berbisa yang dapat membunuh

Dan kata من كل عين لامة maksudnya adalah semua pandangan jelek yang mengenai seseorang. Tuhfatul Ahwadzi.