Manhaj dan Madzhab

Islam itu memudahkan bukan mempersulit.

0
464

Manhaj adalah sesuatu yang bersumber dari Rasulullah SAW, dan sifatnya terbagi dua, ada yang ditunjukkan satu dalil dan satu cara saja. Ini menunjukkan bahwa hal dimaksud mudah dilakukan bagi siapapun dan tidak ada alternative untuk menghindarinya karena semua orang bisa melakukannya. (Sederhananya, manhaj adalah cara beragama, ed)

Satu dalil satu cara, masuk ke masjid langkahkan kaki kanan haditsnya jelas, ucapkan,

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Ya Allah, bukalah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.” (HR Muslim no.1165 An-Nasa’y no.721)

Keluar kaki kiri, tidak ada alternatif yang lain. Kemudian hal-hal yang bersifat tanawua’, dalil yang sifatnya beragam contohnya banyak tidak hanya satu cara. Ini adalah sebuah kemudahan yang diberikan oleh syariat Islam yang dicontohkan semuanya oleh Nabi SAW, karena tidak semua orang bisa melakukan hal yang sama.

Seperti bacaan Al Qur’an sampai ada 7 riwayat, bismillah sampai dengan empat cara. Yang paling menarik bahkan sampai saat akan sujud pun bisa Nabi mencontohkan dengan lututnya misalnya, diriwayatkan oleh Waa-il ibn Hujr radhiyallahu ‘anhu:

رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا سجد يضع ركبتيه قبل يديه

Artinya: “Aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila sujud, beliau mendahulukan dua lutut sebelum dua tangan beliau.” (HR. Abu Dawud No. 838, 839)

Kemudian pernah Nabi mencontohkan dengan telapak tangannya ketika akan turun ke sujud masih dari hadits Abu Daud No. 840, 841. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا سجد أحدكم فلا يبرك كما يبرك البعير وليضع يديه قبل ركبتيه

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian ingin sujud maka janganlah turun seperti turunnya unta. Hendaklah ia meletakkan dua tangannya sebelum dua lututnya.”

Kenapa dua cara ini dicontohkan padahal Nabi bisa mencontohkan satu saja, mungkin dengan telapak tangan saja atau dengan lutut saja. Karena ternyata tidak setiap orang bisa mengerjakan hal yang sama. Misal, ada orang yang lututnya bermasalah dia akan menggunakan apa? Karena itu diberikan alternatif oleh Nabi, jika anda tidak mungkin menggunakan salah satunya maka silahkan gunakan yang lainnya.

Ini adalah kemudahan-kemudahan yang disebut dengan manhaj. Ketika anda memilih salah satunya maka itu yang disebut madzhab. Singkatan dari maa dzahaba ilaihi, satu yang cenderung saya pilih karena tidak mungkin mempraktekkan keseluruhannya. Maka disinilah kemudian ulama-ulama meneruskan kepada kita. Para shahabat menyampaikan kepada generasi setelahnya, generasi setelahnya menyampaikan kepada generasi setelahnya lagi.

Dari sini, semua yang berasal dari Nabi ada yang sifatnya langsung satu dalil satu contoh ada yang sifatnya beragam tuntunannya untuk memudahkan. Inilah yang dirangkum oleh para ulama khususnya ulama yang hidup di kalangan abad 2 Hijriyah. Ulama ini ada 4 yang populer dan jadi bintang didalamnya, kesatu Imam Abu Hanifah, kedua Imam Malik, ketiga Imam Asy Syafi’I, keempat Imam Ahmad bin Hambal. Merekalah yang merangkum semua tuntunan Nabi dalam kitabnya dan mengajarkan sampai ke kita. Jadi kalau kita ingin belajar tuntunan dari Nabi SAW karena tidak pernah melihat Nabi pasti sumbernya akan lewat situ, para ulama tersebut.

Pilihan dalam mempraktekkannya disebut dengan madzhab.

Transkrip dari ceramah Ust. Adi Hidayat (dengan penyesuaian kata dan kalimat)