Baku Tembak Srinagar: Sedikitnya 15 Rumah Hancur

0
22

Setidaknya lima belas rumah hancur dalam tembak-menembak antara gerilyawan dan pasukan pemerintah Hindu di lingkungan Kanimazar, daerah Nawakadal, ibu kota hari ini, kata penduduk setempat kepada The Kashmir Walla.

Dalam baku tembak, dua gerilyawan tewas, termasuk Junaid Sehrai, putra ketua Tehreek-e-Hurriyat, Ashraf Sehrai. Tiga personel Pasukan Polisi Cadangan Sentral (CRPF) bersama dengan seorang polisi dari Kelompok Operasi Khusus terluka dalam baku tembak.

“Setidaknya lima belas rumah hancur di lingkungan kami,” kata seorang lelaki tua.

Sekelompok wanita menghibur seorang wanita yang berdiri di gang lingkungan Kanimazar. Dia memiliki salah satu rumah yang terbakar. Tadi malam, ketika tim gabungan polisi dan Pasukan Cadangan Sentral (CRPF) memusatkan perhatian di lingkungan itu, mereka mengetuk pintunya, katanya kepada The Kashmir Walla. “Saya memberi tahu mereka bahwa tidak ada gerilyawan di sini. Anda bisa masuk ke dalam bersama saya dan memeriksa rumah saya,” katanya, dan selanjutnya memohon,” tapi saya orang miskin, maafkan saya.” Tetapi personel pasukan menendang pintu rumahnya, katanya dan meminta keluarga itu untuk tetap di luar. “Mereka memukuli dua anak kecil saya dan berkata, ‘Tidak, para militan ada di dalam.'”

“Saya membawa anak-anak kecil saya,” katanya, “tetapi tidak ada apa-apa di dalam – tidak ada.”

Sekitar jam 2 pagi, tadi malam, pasukan juga mengetuk pintu rumaj Bilal Ahmed Rah, katanya kepada Kashmir Walla. “Mereka (pasukan pemerintah) meminta kami keluar dengan mengatakan, ‘Jangan khawatir,'” katanya. “Lalu kami duduk di luar di gang tapi mereka meminta kami untuk pergi ke tempat lain dan tidak khawatir.” Dia menghabiskan malam di rumah lain; ketika dia kembali ke rumahnya pagi hari ini (19/5), “kami tidak menemukan loker kami,” kata Rah, berdiri di dalam kamar yang dirusak di rumahnya. “Semuanya hilang – uang dan perhiasan kami, semuanya.”

Setelah baku tembak berakhir, pasukan pemerintah mundur pada pukul 14:15. Tadi malam, tembak-menembak dimulai setelah tim gabungan polisi dan CRPF meluncurkan operasi penjagaan dan pencarian di daerah Kanimazar. Setelah tim gabungan mendekati rumah yang dicurigai, kata para pejabat, para gerilyawan yang bersembunyi menembaki mereka, memicu tembak-menembak. Padahal, operasi itu ditunda karena kegelapan tadi malam dan kembali pagi-pagi.

Layanan telepon seluler – kecuali BSNL yang dikelola pemerintah – ditangguhkan di ibu kota.