Kemana pun Dajjal lari – setelah perjumpaan pertama dengan Nabi Isa selepas diturunkannya beliau di Masjid Umayyah Damaskus – Nabi Isa sudah menunggunya disana. Seluruh kesaktian Dajjal yang hebat digjaya tak terkalahkan, seluruhnya tumpul di hadapan Nabi Isa alaihissalam.

Bahkan, sebagai salah satu bentuk keajaiban akhir zaman, napas Nabi Isa siapa pun saja orang kafir yang menghirup napas Nabi Isa, orang kafir itu akan mati di tempatnya. Sementara napas Nabi Isa itu bisa tercium dari jarak sekian kilometer, luar biasa, ini Nabi Isa dengan kemampuan yang berbeda dengan Nabi Isa yang dulu [sebelum diangkat ke langit]. Nab Isa yang dulu masih dengan beberapa mukjizat yang ada, tapi Nabi Isa yang nanti turun ke bumi sudah dibekali dengan kemampuan yang sangat dahsyat, dimana Dajjal pun – yang begitu teramat sakti – bertekuk lutut di hadapannya.

Kita lanjutkan, berapa banyak pun Dajjal mencoba lari dari Nabi Isa selalu beliau sudah ada lebih dulu menunggu disana, di tempat yang dituju Dajjal. Terakhir, bahwa menurut catatan takdir yang dibisikan oleh malaikat kepada Nabi Isa, kematian Dajjal telah tertulis di depan gerbang pintu Luth di Palestina.

Maka nabi Isa menunggu disitu, sementara Dajjal memang kabur menuju Palestina, tepat ke pintu gerbang Luth, karena dia pikir Isa tidak akan menemukannya disana.

Tapi masya Allah, saat Dajjal sampai ke pintu Luth Nabi Isa sudah ada disitu, maka langsung tombak khusus yang selalu dibawa oleh Nabi Isa dihunjamkan ke tubuh Dajjal hingga menembusnya.

Jeritan kematian Dajjal ini, sampai mengguncang Arsy, saking hebatnya kekuatan jeritan Dajjal, dan dia pun mati.

Kaum Muslimin, lalu kata Rasulullah Saw, Nabi Isa kembali bergabung dengan Al Mahdi, orang-orang melihat tombak yang dibawa oleh Nabi Isa telah berlumuran dengan darah Dajjal, mereka pun bertakbir. Sementara orang-orang Yahudi yang masih hidup yang sebelumnya memang menjadi balatentara Dajjal, lari kocar-kacir.

Coba buka dalam Al Quran, siapakah di bumi ini orang-orang yang paling takut mati? Mereka orang Yahudi. Engkau sungguh benar-benar akan mendapatkan orang yang paling rakus hidup takut mati adalah yahudi, ketika raja perkasanya, tuhannya [Dajjal] mati, maka merekalah yang paling takut mati. Lari terbrit-birit, mereka campakkan pedang mereka, tombak-tombak mereka, senjata-senjata mereka buang dan mereka lari bersembunyi kemana saja mereka bisa bersembunyi.

Ada yang melihat lubang dia bersembunyi kesitu masuk kedalamnya, ada yang melihat tembok agak gelap dia bersembunyi disana dibalik tembok, ada yang bersembunyi dibalik pohon, segala macam upaya mereka maksimalkan untuk bisa lari dari kaum Muslimin.

Tapi saat itu Allah SWT sudah mengizinkan alam bisa berbicara, Rasulullah Saw bersabda, Tidak ada satupun batu, tembok, pohon atau tempat apapun yang Yahudi bersembunyi di belakangnya, melainkan mereka Allah izinkan berbicara dan memanggil, Wahai Muslim kemarilah! Ini ada Yahudi bersembunyi dibelakangku, tangkap dan bunuhlah! Saking muak dan jijiknya alam ini melihat dosa-dosa Yahudi selama hidup di bumi ini, maka saat mereka diizinkan bicara, berbicaralah semuanya.

Saya [ustadz Zulkifli] sudah pernah menyampaikan kepada semua, bahwa dinding tembok kita ini, mungkin anda menyangka dia benda mati, ketahuilah mereka ini kalau Allah SWT izinkan bicara mereka bisa bicara.

Dalam sejarah kita banyak menemukan kisah-kisah shahih alam berbicara. Contoh batu-batu Nabi Daud, mereka [batu-batu] memanggil, Wahai Daud, jadikan kami senjatamu untuk menghadapi Jalut. Bunuh dia dengan kami! Ketika Nabi Muhammad Saw setiap khutbah beliau bersandar dengan batang kurma, setiap berkhutbah beliau memegang tangannya bertelekan kesitu untuk bersender di batang kurma tiang masjid, tapi ketika salah seorang shahabiyah menghadiahkan kepada beliau mimbar khusus untuk khutbah – shahabiyah ini punya budak ahli tukang kayu dan diperintahkannya budak tersebut untuk membuat mimbar khusus buat Rasulullah Saw berkhutbah – dan setelah dihadiahi mimbar tersebut Rasulullah setiap berkhutbah pindah kesana, tidak lagi bersandar memegang ke batang kurma tiang masjid.

Seluruh sahabat mendengarkan bunyi tangisan daripada batang kurma ini, betul-betul menangis itu batang kurma, Rasulullah Saw turun dari mimbar dan mengusap-usap batang kurma itu, apa kata Rasulullah Saw, Dia beriba hati karena selama ini aku menyentuhnya sekarang dia aku tinggalkan. Sebuah batang pohon.. mungkin anda mengatakan, Halah itu Cuma batang pohon saja, tidak pak! Sementara mereka itu juga merupakan makhluk Allah.

Dua bukit berbicara ketika sahabat dan Nabi Saw berjalan di lembahnya, apa kata bukit yang satunya, Alhamdulillah hari ini kita mendapat nikmat dan rezeki yang besar dari Allah, orang-orang mulia orang-orang suci kekasih-kekasih Allah sedang melintasi lembah kita, apa kata bukit yang satunya lagi, Alhamdulillah segala puji dan syukur bagi Allah, bayangkan dua bukit saling berbicara satu sama lain.

Masya Allah.

Transkrip dari video ceramah Ustadz Zulkifli M. Ali, dengan penyesuaian bahasa dan pengeditan secara semestinya untuk dijadikan artikel tulisan tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari isi ceramahnya sendiri. Video lengkapnya bisa anda tonton pada link sumber di bawah.