Allah SWT mengetahui saat yang tepat kapan anti-Dajal untuk diturunkan, yaitu Nabi Isa alaihissalam. Hamba-hamba Allah bagaimanakah proses [turun] nya? Sewaktu Ashar dikepung, masuk waktu Maghrib kemudian shalat Isya selesai kaum Muslimin [yang ada disana] tidak dapat tidur.

Kaum Muslimin sudah membayangkan bahwa sebentar lagi nyawa mereka berpindah ke alam barzakh, kekuatan besar [balatentara Dajjal] diluar mungkin akan menghancurkan gerbang masjid dan mereka semua akan dihabisi. Walaupun begitu para mujahidin sudah bersepakat, [berperang] sampai tetes darah penghabisan, syahid adalah kerinduan mereka semua.

Malam itu mereka hanya tidur sebentar, lalu mereka masing-masing bangkit dan tahajud, seluruhnya tahajud. Para mujahidin yang mendampingi Al Mahdi bukan lagi orang-orang biasa, tetapi mereka bertubuh manusia namun berjiwa malaikat. Mereka sudah benar-benar siap untuk berjumpa dengan Sang Kekasih yang Maha Agung, Maha Tinggi, Allah Rabbul Azza wa Jalla.

Hamba-hamba Allah, waktu pun bergerak menuju fajar, ketika Al Mahdi memerintahkan agar dikumandangkan adzan, maka sang muadzin pun melaungkan suaranya. Selesai adzan shalat sunnah fajar dua rakaat, selepas shalat sunnah Al Mahdi menyuruh muadzin tadi untuk menyerukan bersiap shalat dan beliau pun maju ke depan.

Muadzin mulai melaungkan iqamat, dan kata Rasulullah Saw, saat iqamat selesai Al Mahdi sudah bersiap-siap mengimami shalat Shubuh, tiba-tiba seluruh mata kaum Muslimin yang ada di belakang Al Mahdi [termasuk beliau sendiri] terperangah melihat ke arah langit, cahaya yang indah turun ke bawah. Ternyata dua orang malaikat mengapit seorang lelaki yang berusia 33 tahun, indah betul pemandangannya, Isa alaihissalam meletakkan tangan sebelah kananya di bahu sebelah kiri malaikat yang ada di kanannya, sementara tangan sebelah kiri Isa diletakkan di bahu sebelah kanan malaikat yang ada di kirinya. Malaikat ini kata Rasulullah Saw memiliki sayap yang besar.

Turun dengan indah menakjubkan, Al Mahdi dan orang-orang beriman menganggap ini memang sudah saatnya, mereka sudah baca hadits-hadits bahwa sudah saatnya Nabiyullah Isa alaihissalam untuk turun ke bumi. Maka Al Mahdi langsung mundur [ke posisi makmum], karena menghormati seorang utusan Allah yang disimpan di langit untuk membela dan membantunya di akhir zaman.

Dipersilahkanlah Nabi Isa untuk maju [menjadi Imam shalat], dan kedua malaikat yang mengiringinya naik kembali keatas, wahai kaum Muslimin apa kata Nabi Isa? Tidak, engkau yang mengimami shalat tadi itu hormat untuk kamu, saya makmum kamu di belakang. Maka Al Mahdi maju kembali ke depan dan shalat Shubuh pun dilaksanakan. Hati orang-orang beriman di belakang sudah berbunga-bunga, semacam oase yang didapatkan dalam kegersangan keadaan yang tidak menentu. Nabi Isa sudah di tengah mereka, masya Allah.

Kekuatan Isa saat itu yang Allah berikan melebihi kekuatan Dajjal sekian kali lipat, sementara saat itu Dajjal masih menyangka dialah yang terkuat di bumi ini. Bayangkan saja, setan dan jin kafir satu bumi diperintahkan Iblis untuk tunduk kepada Dajjal, luar biasa kemampuannya.

Kemudian Nabi Isa selepas shalat Shubuh selesai berdzikir, dan orang-orang beriman disana berdzikir, layaknya dzikir yang diajarkan Rasulullah Saw, sampai terbit matahari. Selepas matahari terbit, diriwayatkan kembali dalam hadits Nabi mengatakan, Isa pun berdiri dan menuju ke arah gerbang, sementara diluar sana Dajjal dan balatentaranya yang besar sudah siap untuk menghancurkan gerbang. Diluar Dajjal ingin menghancurkan gerbang, dari dalam Isa membuka gerbang.

Bisakah kita bayangkan bagaimanakah kira-kira pertemuan dua tokoh legendaris [yang namanya banyak disebut-sebut manusia] terkuat akhir zaman berhadap-hadapan? Jadi tiga manusia ini muncul di waktu yang bersamaan: Al Mahdi, Dajjal, dan Isa alaihissalam.

Pada saat Nabi Isa membuka gerbang [masjid di Damaskus], langsung Dajjal menjerit sekuat-kuatnya jeritan manakala kedua matanya melihat langsung sudah ada di hadapannya seorang makhluk manusia yang paling ditakutinya, Nabi isa alaihissalam. Sebab apa Dajjal menjerit? Masya Allah, ketika Dajjal melihat Isa meleleh langsung kulitnya. Demi Allah! Kata Rasulullah Saw, seandainya Dajjal bertahan disitu dan dia tidak lari, Dajjal akan menjadi cairan yang menggenang di lantai.

Menjerit kesakitan, jeritan yang membuat berdiri seluruh bulu roma yang mendengarkannya. Dajjal lari dengan sisa-sisa kesaktiannya yang masih ada, tapi qadarullah, kata Rasulullah Saw, kemanapun Dajjal lari Nabi Isa sudah menunggu disitu.

Transkrip dari video ceramah Ustadz Zulkifli M. Ali, dengan penyesuaian bahasa dan pengeditan secara semestinya untuk dijadikan artikel tulisan tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari isi ceramahnya sendiri. Video lengkapnya bisa anda tonton pada link sumber di bawah.